fashion Batik Online Indonesia di Majalengka

Kultur batik Indonesia

batik sarimbit sb36

fashion Batik Online Indonesia di Majalengka – Batik yaitu kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu. Kemudian pengolahannya diproses dengan sistem tertentu yang mempunyai kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan kultur yang berkaitan. Oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Kebiasaan Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Tradisi batik

Batik yaitu kerajinan yang mempunyai nilai seni tinggi dan sudah menjadi bagian dari tradisi Indonesia (terpenting Jawa) semenjak lama. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian. Sehingga pada masa lalu profesi membatik merupakan profesi eksklusif perempuan sampai ditemukannya \”Batik Cap\” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada sebagian pengecualian bagi fenomena ini. Batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang dapat diamati pada corak \”Mega Mendung\”. Di mana di sebagian tempat pesisir pekerjaan membatik yaitu lazim bagi kaum lelaki.

Adat membatik pada mulanya ialah kebiasaan yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif bisa dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Sebagian motif batik dapat menampakkan status seseorang. Malahan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya diterapkan oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta. Batik Cirebon bermotif mahluk laut.

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang hingga dikala ini masih ada. Batik juga pertama kali diberi tahu terhadap dunia oleh Presiden Soeharto. Pada waktu itu menerapkan batik pada Konferensi PBB.

fashion Batik Online Indonesia di Majalengka-Corak batik

Macam corak dan warna Batik diberi pengaruh oleh pelbagai akibat asing. Awalnya, batik mempunyai variasi corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Tapi batik pesisir meresap beraneka imbas luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akibatnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil ketertarikan terhadap batik. Dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal konsisten mempertahankan coraknya, dan masih diaplikasikan dalam upacara-upacara adat, sebab umumnya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *